Efek Media Sosial: Tren Challenge Di Masyarakat
Tantangan merupakan hal yang dapat mendorong naluri manusia untuk
bertindak. Menghadapi dan melewati tantangan merupakan salah satu cara yang
dilakukan manusia untuk memenuhi kepuasaan batin, sekaligus untuk menunjukkan
kemampuan dan eksistensi kepada manusia lainnya. Tantangan dapat bersumber dari
dalam diri individu seperti ide, maupun berasal dari luar diri individu seperti
pengaruh orang lain.
Seiring
perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat, menyebabkan terciptanya
ruang sosial baru dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya adalah media
sosial yang terhubung melalui jaringan internet. Media sosial menjadi wadah
bagi masyarakat untuk saling bertukar pesan secara cepat tanpa dibatasi ruang
dan waktu. Orang-orang biasanya membagikan pesan berupa informasi tentang
pemikiran, perasaan, dan pengalaman yang mereka alami. Pesan yang dibagikan
baik dalam bentuk tulisan maupun video akan diterima oleh orang lain, sehingga
dapat memberikan efek yang memengaruhi kognitif (kesadaran), afektif
(perasaan), dan behaviour (perilaku) si penerima.
Efek media sosial
ini dapat kita lihat dengan mengamati fenomena Challenge yang sedang
tren dan banyak digandrungi oleh masyarakat pengguna media sosial dalam satu
dekade terakhir. Challenge secara bahasa dapat diartikan sebagai
tantangan. Pesan berupa tantangan (challenge) ini dapat dengan mudah
disebarkan melalui media sosial, sehingga orang-orang yang menerima pesan
tersebut dan merasa tertantang, cenderung akan melakukan hal-hal sesuai dengan
isi tantangan atau yang diinginkan si penantang. Semakin banyak orang yang
melakukan challenge, maka challenge tersebut akan semakin viral,
sehingga orang-orang yang akan melakukannya pun akan semakin bertambah banyak.
Hal ini menandakan efek pesan dalam bentuk tantangan yang disebarkan melalui
media sosial sangat efektif untuk memengaruhi perilaku masyarakat di media
sosial.
Ironisnya,
beberapa challenge yang tersebar dan viral di media sosial merupakan challenge
yang dapat membahayakan para penantangnya. Salah satunya yakni skip
challenge. Skip challenge merupakan tantangan yang viral pada tahun
2017. tantangan ini dilakukan dengan cara menahan nafas dan menekan dada hingga
pingsan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan paru-paru kekurangan
pasokan oksigen, selain itu, dikutip dari CNN Indonesia, dijelaskan bahwa saat
dada ditekan dengan kuat, pembuluh darah besar akan tertekan dan menghambat
aliran darah beroksigen ke otak. Hal ini akan menyebabkan orang menjadi kejang
dan pingsan. Terhambatnya oksigen ke otak ini disebut sebagai hypoxic-anoxic
brain injury (HAI). Selain menyebabkan masalah seketika seperti
sesak napas dan lainnya, tantangan ini juga menyebabkan efek jangka panjang
untuk tubuh. Tantangan ini dapat menyebabkan kematian sel tubuh, masalah
penglihatan, dan kerusakan fungsi motorik tubuh. Beberapa
orang yang melakukan challenge ini dilaporkan mengalami kejang dan sesak
nafas, bahkan ada seorang remaja yang tewas setelah melakukannya. Seorang
remaja bernama David Nuno meninggal karena sebuah gelas melukai lehernya saat
ia terjatuh akibat pingsan. Challenge yang membahayakan lainnya yakni Kiki
Challenge yang pernah viral pada tahun 2018. Challenge ini
mengharuskan para penantang melakukan aksi menari diiringi lagu In My
Feeling dari Drake, sambil mengikuti mobil yang berjalan dengan pintu
terbuka. Hal ini tentunya sangat berbahaya dilakukan di jalan raya, bahkan kiki
challenge dilarang di beberapa negara, termasuk Indonesia. Selain dua challenge
di tersebut, masih banyak lagi challenge yang tersebar di media sosial
dan sangat mudah memengaruhi masyarakat untuk melakukannya.
Meski kadang
membahayakan, tidak dapat dipungkiri bahwa challenge yang berasal dari
ide kreatif pengguna media sosial mampu menjadi hiburan tersendiri bagi
masyarakat yang mengaksesnya. Salah satunya adalah 10 years challenge
yang viral di bulan januari tahun ini (red: 2019), di mana challenge ini
mengharuskan para penantang untuk menyandingkan foto dirinya yang sekarang
dengan foto dirinya 10 tahun yang lalu. Tantangan yang tergolong mudah dan
tidak membahayakan fisik ini, mampu memberi kesan nostalgia dan menghibur bagi
banyak orang. Saking viralnya, beberapa artis tanah air seperti Joe Taslim,
Aura Kasih, Maia Estianty, dan beberapa artis lainnya juga ikut memposting foto
dengan tagar #10yearschallenge di akun instagram mereka masing-masing.
Dengan mengamati
fenomena challenge yang sedang tren di kalangan masyarakat dalam satu
dekade terakhir, kita dapat mengetahui efektivitas media sosial sebagai media
massa modern yang dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku
individu-individu dalam masyarakat. Maka dari itu, sebagai individu yang bijak,
kita harus mampu berfikir secara matang sebelum bertindak, agar tindakan yang
kita lakukan tidak sia-sia hanya karena mengikuti tren semata yang dapat
membahayakan diri sendiri, bahkan dapat merusak lingkungan dan merugikan
orang-orang yang berada di sekitar kita.
Comments
Post a Comment